081381991981 info@mitramix.com

3 Tahapan Kerjaan Pengecoran yatu tiga elemen tersebut kompetensi dalam SKKNI atau Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia dalam Pelaksana Lapangan Perkerasan Jalan Beton. Khususnya di Indonesia 3 Tahapan Kerjaan Pengecoran menjadi suatu acuan dalam penerapan peraturan. Dalam artikel ini akan menjelaskan 3 tahapan kerjaan pengecoran secara teknis merupakan standar yang berlaku di Indonesia.

Untuk memfokuskan pembahasan dalam artikel ini, maka kami mengajukan penjelasan teknis terkait pelaksaan pengecoran. Apa saja yang menjadi standar, berikut kami jelaskan.

Baca Juga: Mengetahui Tahapan Pengerjaan Pondasi Konstruksi

Menyiapkan Peralatan

Dalam menyiapkan peralatan yang akan digunakan untuk membuat perkerasan jalan beton. Artinya adalah membeli atau meminjam peralatan yang dibutuhkan dalam pengerjaan. Diantaranya

  • Cangkul
  • Ember adukan
  • Gerobak adukan
  • Selang air
  • Drum penampung air
  • Sarung tangan
  • Water pass
  • Trowel lantai

Peralatan kerjaan pengecoran tersebut diatas, baik beton manual maupun beton yang sengaja di pesan. Beton manual bisa juga menggunakan molen mini sebagai pengaduk campuran semen, kerikil, pasir, dan air. Campuran tersebut dianggap telah merata baru kemudian di tuang ke dalam tempat konstruksi jalan yang telah disiapkan sebelumnya.

Setelah beton dituangkan maka akan terjadi perkerasan Kaku (Rigid Pavement) yang dapat diartikan sebagai struktur perkerasan. Terdiri dari plat beton semen yang bersambungan (tidak menerus) dengan atau tanpa tulangan, atau plat beton menerus dengan tulangan. Kemudian diatasnya lapis pondasi bawah, tanpa atau dengan aspal sebagai lapis permukaan.

Perkerasan Jalan Beton

Secara pelaksanaan pekerjaan perkerasan jalan beton memerlukan peralatan utama yang meliputi:

  • Peralatan pencampur dan pengecoran beton (Batching Plant dan Truck Mixer / Dump Truck),
  • Penghamparan dan pemadatan beton (Concrete Paver / Concrete Finisher), serta
  • Peralatan penyelesaian akhir (finishing) permukaan beton (Texturing and Curing Machine).

Setelah pencampuran beton yang bermutu tinggi telah seksama teliti pada setiap tahapan kegiatannya. Mulai dari penetapan dan penakaran komposisi bahan pembentuk beton, pencampuran, sampai kepada pengangkutannya ke lokasi pengecoran .

Pada umumnya, proses produksi campuran beton meliputi kegiatan – kegiatan sebagai berikut:

  • Mengukur volume bahan-bahan beton.
  • Proses Pencampuran.
  • Alat transportasi pengangkutan ke lokasi pengecoran.
  • Penempatan / pengecoran.
  • Pemadatan (konsolidasi);
  • Perawatan (Curing);
  • Penyelesaian akhir / Perapihan (Finishing).

Baca: Fungsi air pencampuran beton

Adapun pola kegiatan pengukuran bahan-bahan pembentuk beton dalam bahasa asing disebut batching. Penakaran berdasarkan berat maupun  volume bahan tersebut yang telah ditetapkan atau standar. Akan tetapi, pada aspek penakaran berdasarkan berat, akan dianggap biasa dilakukan karena dipandang lebih praktis.

Batcher Equipment

Kita mengetahui Batcher equipment adalah sub lokasi yang berfungsi sebagai penampung. Sebelumnya batcher akan mengukur material beton sebelum dituangkan ke dalam Concrete Mixer. Untuk menentukan batcher yang harus digunakan, kapasitas batcher tersebut minimal 3 (tiga) kali kapasitas alat pencampur (concrete mixer).

Sebagai peralatan pembuatan campuran beton yang ditempatkan secara terpusat dan biasanya mempunyai kapasitas tinggi. Sehingga penyebutan jenis pekerjaan-pekerjaan beton dengan volume besar, disebut Batching Plant.

Apabila volume Batching Plant harus cukup besar untuk dapat memasok kebutuhan alat Slipform Concrete Paver. Akibatnya alat penghampar tersebut dapat menyala dan terus bergerak tanpa berhenti. Tujuanya adalah menutup kekurangan atau keterlambatan pemasokan campuran beton.

Pemasangan Sambungan Memanjang

Melaksanakan pemasangan sambungan memanjang, sambungan ekspansi melintang atau sambungan kontraksi melintang untuk pekerjaan perkerasan jalan beton. Yang dimaksud pemasangan sambungan memanjang adalah memanjang ditujukan untuk mengendalikan terjadinya retak memanjang. Jarak antar sambungan memanjang sekira 3-4 m. Sebagaimana sambungan memanjang harus dilengkapi dengan batang ulir atau mutu minimum BJTU 24 dan diameter 16 mm.

Selanjutnya pemasangan sambungan memanjang dengan tahap awal terjadinya pumping. Dapat dilihat dari munculnya lumpur tanah merah di permukaan perkerasan di daerah sambungan / retakan plat beton.

Melaksanakan Pekerjaan Pengecoran

Melaksanakan pengecoran, penghamparan, pemadatan dan penyelesaian akhir beton merupakan tahap akhir. Oleh Karena itu, tahapan ini akan lebih selektif terhadap detail pekerjaan. Masing-masing sudah ada lembar kerja yang seharusnya telah terisi dan terverifikasi oleh mandor atau penangung jawab proyek.

Dalam hal ini, seluruh pekerjaan dapat menyatakan selesai ketika penanggung jawab menyetujuinya. Akan sulit bila satu atau beberapa pekerjaan dianggap belum selesai namun tukang merasa telah selesai. Kedua perbedaan tersebut akan merujuk kesepakatan selesai dan belum selesai itu seperti apa.

Dengan demikian 3 tahapan kerjaan pengecoran dapat diambil kesimpulan yaitu pekerjaan seberat apapun dapat dilaksanakan. Bila terjadi hal-hal diluar perencanaan maupun masalah yang timbul oleh akibat perencanaan tersebut. Maka bisa mengevaluasi kinerja personality nya.

info mitramix.com
Butuh informasi?
Mitra Mix Call Center
Hallo Mitra Mix