081381991981 info@mitramix.com

Mengenal tahapan pelaksanaan konstruksi dalam satuan satuan kerja sangat membutuhkan pekerjaan persiapan dapat dilakukan jika gambar dan pengurusan perizinan telah selesai. Tahapan persiapan merupakan pekerjaan yang belum mengarah terhadap pembangunan fisik. Pekerjaan yang dilakukan adalah pekerjaan penunjang dan pekerjaan persiapan lokasi, pemasangan bowplank, dan direksi keet serta pembuatan gudang.

Dalam mengenal tahapan pelaksanaan konstruksi ini tahapan-tahapan secara menyeluruh dapat dimulai dari :

  1. Pembersihan Lokasi/ Lapangan

Pembersihan lokasi di lakukan terutama pada lahan yang di atasnya akan di dirikan bangunan. Pada pekerjaan ini, tanah di bersihkan dari rumput dan tanaman liar serta bebatuan agar tidak menggangu proses kelancaran pekerjaan selanjutnya.

Pemasangan Bouwplank

Mengenal tahapan pelaksanaan konstruksi merupakan jenis pekerjaan persiapan sebelum memulai membangun adalah pembuatan gudang dan pembuatan bouwplank. Bouwplang adalah alat bantu tukang untuk membantu siku bangunan  ( 90 º) dan elevasi lantai. Bouwplank biasanya membuat dari papan atau balok kaso 5/7 yang di pasang 1 meter di luar denah yang akan di buat agar tidak rusak atau terbongkar pada saat penggalian fondasi. Biasanya bouwplank akan di bongkar setelah pekerjaan pengecoran beton  sloof di laksanakan.

Pembuatan Gudang

Gudang dibangun sebagai tempat istirahat pekerja dan tempat penyimpanan material. Bangunan ini biasanya dibuat dari rangka kaso dan penutup dindingnya dari triplek atau seng gelombang. Ukuran minimalnya adalah  3 x 4 m.

Direksi Keet dan Perlengkapan

Pembangunan direksi keet pada lokasi bangunan dimasksudkan untuk menunjang kelancaran pekerjaan, bangunan ini dibuat dengan ukuran 3m x 4m, yang dilengkapi dengan meja tulis dan bangku duduk, bangunan ini di buat dari dinding papan, beratap seng dan dibuat pentilasi yang cukup untuk pencahayaan.

Persiapan Mengukur Pondasi

Setelah proses pekerjaan persiapan selesai, berikutnya melangkah pada pekerjaan awal yaitu pekerjaan tanah untuk pondasi, pekerjaan galian tanah dan urugan tanah pondasi dilakukan sebelum pekerjaan fondasi dimulai, sedangkan urugan peninggian peil lantai dikerjakan setelah pondsai terpasang

Pekerjaan Galian Tanah

Pekerjaan galian tanah harus disesuaikan dengan jenis pondasi yang akan dibuat, Jika pondasi akan di buat dari batu kali, galian dibuat sepanjang denah bangunan,

Pekerjaan galian tanah untuk pondasi tapak harus disesuaikan dengan ketentuan dalam gambar yang telah tersedia, kuat tidaknya fondasi yang akan dipasang sangat bergantung pada kesesuaian jenis pondasi yang direncanakan dengan daya dukung tanah pada lokasi dimana bangunan akan didirikan, semua galian harus dapat persetujuan dari pengawas lapangan dan harus juga disesuaikan dengan gambar yang telah ada.

Sebelum pekerjaan pondasi dikerjakan, sepanjang galian fondasi ditaburi dengan pasir urug setebal 10 cm, hal ini untuk menghindari kemungkinan adukan semen/ beton tercampur dengan tanah liat.

Pemborong akan melaporkan hasil pekerjaan galian tanah tersebut kepada pengawas yang menurutnya sudah rampung dikerjakannya.

Urugan Atau Perataan Tanah

Urugan atau perataan tanah ini dilakukan setelah pekerjaan fondasi selesai, berupa pengurugan kembali tanah galian fondasi yang ada disisi pondasi, sehingga tidak tampak lagi bekas galian fondasi.

Untuk pekerjaan urugan yang bertujuan sebagai peninggian lantai, kebutuhan tanahnya sangat tergantung pada tinggi peil atau elevasi lantai.

Bekas galian pondasi, diurug dengan tanah urug secukupnya, urugan bekas galian tanah dapat dipakai kembali apabila menurut pengawas/ direksi tanah tersebut  layak untuk dipakai.

Urugan Pasir Dibawah Lantai

Sebelum pekerjaan pondasi dikerjakan, sepanjang galian fondasi ditaburi dengan pasir urug setebal 10 cm, hal ini untuk menghindari kemungkinan adukan semen/ beton tercampur dengn tanah liat.

Timbunan Tanah Dalam Rumah

Timbunan tanah dalam rumah dilaksanakan setelah pekerjaan pondasi rampung semua, sehingga tanah timbunan yang ada di dalam areal tersebut  tidak keluar dari  prosedur gambar yang telah ditetapkan.

Pondasi Batu Gunung

Lebar 70  cm x  tinggi 70 cm

Besi Stik / angker ǿ 12 mm sebanyak 42 batang

Campuran adukan Pondasi Batu Gunung  1 pc : 4 ps dan batu gunung yang digunkan harus bermutu tinggi dan keras.

Astamping / Batu Kosong ( t = 15 cm )

Beton Cor Lantai Kerja 1 : 3  : 5

Pada pekerjaan lantai kerja harus disesuaikan dengan gambar detail. Adapun tinggi dari beton cor lantai kerja yaitu sesuai dengan gambar yang telah menjadi rujukan bersama.

Pekerjaan Beton Bertulang

Pada tahap berikutnya yaitu pekerjaan beton bertulang. Dengan mempertimbangkan mutu beton dan besi beton maka harus memperhatikan dengan baik karena akan mempengaruhi kekuatan kontruksi bangunan tersebut. Besar beban yang dapat ditahan oleh kontruksi beton tergantung dari ukuran, mutu bahan, perbandingan campuran bahan beton dan cara pelaksanaannya, Ketentuan dan standar-standar bahan-bahan penyusun beton telah diatur dalam peraturan beton bertulang indonesia 1971 N.I-2  yang digunakan sebagai acuan.

  1. Bahan Beton Betulang
  2. Bahan-bahan
  3. Portland Cement ( PC)

Portland cement (pc) merupakan bubuk halus, yang diperoleh dengan menggiling klingker ( yang didapat dari pembakaran suatu campuran yang baik dan merata antara kapur dan bahan – bahan yang mengandung silika, alumina dan oksigen besi, dengan batu gips sebagai bahan tambahan dalam jumlah cukup)

Bubuk halus atau pc tadi apabila dicampur dengan air, selang beberapa waktu dapat menjadi keras dan dapat digunakan sebagai bahan ikat hidrolik.

Kehalusan butir cement Semakin halus butirnya, maka semakin luas jumlah permukaan butir tiap satuan berat sehingga makin cepat dan sempurna mengikat dan pengerasannya.

Ikatan semen awal tidak boleh dimulai dalam 1 jam setelah dicampur dengan air. Hal ini diperlukan untuk pekerjaan mengulang, mengangkut dan mengencer adukan beton.

Sifat kekal bentuk semen harus memiliki sifat kekal bentuk yaitu jika 24 jam dicampur air dan disimpan dalam ruangan lembab, kemudian direndam dalam air selama 27 hari. Jika semen tidak mengalami perubahan bentuk ( retak, melengkung, keropos ) maka semen tersebut telah memiliki sifat kekal bentuk.

Memliki sifat desak adukan

Mempunyai susunan kimia yang baik

Semen atau pc yang dipergunakan untuk beton bertulang harus disetujui oleh pengawas dan harus bermutu tinggi, dan standar pc yang dipakai adalah semen andalas dan harus bermerek sama.

  1. Agregat Halus ( Pasir )

Agregat halus ( pasir ) merupakan bahan batuan berukuran kecil, yaitu 0,075 sampai 5 mm perbutirnya, agregat halus untuk beton berupa pasir alam sebagai hasil desintegrasi  alami dari batuan atau berupa pasir buatan yang dihasilkan oleh pemecahan batu, sesuai dengan syarat pengawasan mutu agregat unuk berbagai mutu beton.

pertama Agregat halus harus terdiri dari butir-butir yang tajam dan keras.

kedua Agregat halus tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5 %  (ditentukan dari terhadap berat kering )

Pasir laut tidak boleh dipakai sebagai agregat halus untuk semua mutu beton, kecuali dengan petunjuk dari lembaga pemeriksaan bahan yang diakui.

ketiga Agregat Kasar ( kerikil dan batu pecah )

keempat agregat kasar untuk beton dapat berupa kerikil sebagai hasil desintegrasi alami dari batu-batuan atau berupa batu pecah yang diperoleh dari pemecahan batu.

Kelima agregat kasar adalah agregat dengan besar butir lebih besar dari 5 mm, maka agregat kasar harus menurut syarat-syarat pengawasan mutu agregat untuk berbagai beton.

Air

Air untuk pembuatan dan perawatan beton tidak mengandung minyak, asam, alkohol, garam, bahan-bahan organis atau bahan-bahan lain yang merusak beton dan baja tulangan .

Dalam pemakaian air sebaiknya dipakai air bersih yang dapat diminum, apabila terdapat keraguan mengenai air, dianjurkan untuk mengirimkan contoh air itu kelaboratorium untuk diselidiki sampai seberapa jauh air itu mengandung zat-zat yang dapat merusak beton atau baja tulangan..

jumlah air yang dipakai untuk membuat adukan beton dapat ditentukan dengan ukuran berat dan harus dilakukan setepat-tepatnya untuk menghasilkan beton yang  berkualitas baik.

Besi Tulangan dan Kawat Pengikat

Setiap jenis besi tulangan yang menghasilkan oleh pabrik-pabrik besi terkenal dapat terpakai pada umumnya setiap pabrik besi mempunyai setandar mutu dan jenis besi.

Selanjutnya harus memenuhi syarat dalam P.B.I.1971 N.1.-2

Besi tulangan dengan mutu yang meragukan harus di periksa lembaga pemeriksaan bahan yang sah.

Besi beton yang mempergunakan adalah yang berbentuk penampang bulat dan berupa batang polos atau ulir.

Besi tulangan yang mempergunakan tidak boleh cacat seperti gelombang atau pecah.

Kawat pengikat harus terbuat dari baja lunak dengan diameter 1 mm yang telah di pijarkan terlebih dahulu dan tidak boleh bersepuh seng.

info mitramix.com
Butuh informasi?
Mitra Mix Call Center
Hallo Mitra Mix